kalender kehamilan seputar kehamilan

Kalender Kehamilan

Pilih kalender perkembangan kehamilan ibu berdasarkan :

BULAN
1
MINGGU
2

Tips Memilih Kontrasepsi yang Tepat

Tips Cepat Hamil: Cara untuk Menghitung Masa Subur

Imunisasi untuk Ibu di Masa Kehamilan (1)

Keywords : Aktivitas

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit tertentu. Ibu juga memerlukan beberapa jenis imunisasi yang dapat diilakukan di masa kehamilan. Berikut informasinya dari Tim Ahli Nutriclub.

Mengenal Imunisasi Bagi Ibu Hamil
Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberi kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.

 

Menjaga agar ibu hamil tidak terinfeksi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi bisa menjadi langkah yang tepat yang dapat diambil oleh Ibu.  Bahkan perlindungan dari ibu dapat terbawa kepada si Kecil sampai ia memperoleh vaksinasi dan mampu melindungi dirinya sendiri.

 

 
Bila memungkinkan, pemberian vaksin sebaiknya dilengkapi sebelum seorang ibu menjalani masa kehamilan. Namun bila hal ini tidak dilakukan, maka setidaknya ada beberapa vaksin yang dapat diberikan kepada ibu hamil. Risiko vaksinasi dari virus atau bakteri yang tidak aktif terhadap janin di dalam kandungan tidak terbukti, sehingga tidak memberikan vaksinasi yang harus diterima meningkatkan risiko Ibu terkena infeksi yang turut dapat membahayakan janin.

 

  
Sebaliknya, vaksin dari virus hidup yang dilemahkan memiliki risiko pada kehamilan dan janin, sehingga baiknya tidak diberikan. Contoh vaksin ini adalah vaksin MMR (measles, mumps dan rubella) untuk melindungi dari cacar air, gondongan dan campak Jerman dan vaksin cacar air, yang semuanya merupakan vaksin dengan virus hidup yang dilemahkan.

Did you know?

”Imunisasi adalah proses di mana seseorang menjadi terlindungi dari penyakit.“

LIHAT LENGKAP

 

Idealnya, semua vaksin tadi diberikan 3 bulan sebelum masa kehamilan atau paling lambat 4 minggu sebelum hamil. Adapun imunisasi yang dianjurkan dan dapat diberikan pada wanita hamil adalah sebagai berikut:  

 

1. Tetanus Toxoid (TT). Pada perempuan, imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil, yang bertujuan untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir).

 

2. Hepatitis B. hepatitis B merupakan infeksi hati yang serius yang dapat berlanjut menjadi penyakit kronik, yang menyebabkan kerusakan hati dan meningkatkan risiko menderita kanker hati. 

 

Penularan hepatitis B terjadi melalui darah atau cairan tubuh, sehingga Ibu dengan Hepatitis B sangat mungkin menularkannya pada bayi saat proses persalinan. Di Indonesia, imunisasi hepatitis B sebenarnya sudah diberikan saat balita, namun jika diperlukan, imunisasi ini bisa diberikan saat hamil mengingat kasus hepatitis B cukup tinggi terutama bagi ibu hamil yang rentan terhadap infeksi tersebut seperti petugas kesehatan dengan daerah endemik hepatitis B, riwayat berganti pasangan, pengguna narkotik dan zat adiktif dengan jarum suntik, hidup dengan pasangan yang positif hepatitis B. 

 

3. Untuk beberapa negara dengan iklim dingin, influenza merupakan penyakit musiman yang cukup parah. Sebenarnya influenza memang tidak tergolong ganas dan mematikan, namun dalam kondisi hamil, daya tahan tubuh Ibu menurun sehingga penyakit yang sedianya ringan seperti influenza dapat merugikan kondisi kesehatan tubuh Ibu serta kehamilan itu sendiri. 

 

Komplikasi dari influenza adalah persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, Ibu harus dirawat di rumah sakit dan walau jarang, dapat menyebabkan kematian. Ibu yang sedang hamil di trimester 2 dan 3 paling berisiko mengalami komplikasi parah dari influenza. Saat terjadi wabah influenza, ditemukan adanya penurunan ukuran bayi, sehingga diduga adanya pengaruh influenza pada pertumbuhan bayi dan ditemukan bahwa jumlah bayi dengan ukuran kecil pada Ibu dengan vaksin influenza lebih sedikit dibanding yang tidak divaksin. 

 

Keuntungan lain adalah ikut terlindunginya bayi, karena selama 6 bulan pertama kehidupan, bayi belum bisa menerima vaksin influenza, sehingga ibu yang terlindungi akan turut melindungi bayi kemudian. Semua ibu hamil, tanpa memandang trimester, baiknya diberikan satu dosis vaksin, dalam bentuk virus yang tidak aktif. 

 

4. Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT). Imunisasi ini termasuk imunisasi dasar dan biasanya sudah diberikan saat masih balita. Bagi yang belum pernah mendapatkan dapat melakukan imunisasi saat dewasa dan juga dapat diberikan saat Ibu menjalani masa hamil. Rekomendasi terbaru dari CDC, ACOG ataupun PAPDI adalah setiap ibu hamil wajib mendapatkan vaksin ini minimal satu kali, sebaiknya di usia kehamilan 27-36 minggu untuk perlindungan optimal, tanpa memandang riwayat imunisasi Ibu sebelum hamil.

 

Tidak ditemukan efek samping pada janin dan ditemukan kadar pertahanan tubuh yang baik pada bayi setelah lahir dengan pemberian vaksin difteri, pertusis dan tetanus.

 

Vaksin lain dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap ibu hamil, misalnya apakah Ibu akan berpergian ke negara tertentu, punya risiko atau paparan tertentu dan tentunya perlu penyesuaian lebih lanjut mengenai vaksinasi yang dapat diberikan. Segera konsultasikan hal ini kepada dokter untuk menyiapkan perlindungan terbaik untuk Ibu dan si Kecil. 

 

Penulis: Dr. Nagisa Paramita 
Review Expert: dr. Merwin Tjahjadi, Sp.OG

 

Sumber:
- World Health Organization. Immunization 
- Centers For Disease Control and Prevention. Vaccines for pregnant woman.
- Centers For Disease Control and Prevention. Guideline for vaccinating pregnant women.
- Cunningham FG, Leveno KJ,Bloom SL, Spong CY, Dashe JS, Hoffman BL, et al. Williams' obstetrics. 24th ed. McGraw Hill; 2014. 
- Kliegman RM, Stanton B, St. Geme J, Schor N, Berman RE. Nelson's textbook of pediatrics. 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders;2011.
1.Feigin J, Cherry J, Harrison N, Kaplan M. Feigin and cherry's textbook of pediatric infectious disease. 6th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders;2009.
2.Munoz FM, Bond NH, Maccato M, Pinell P, Hammil HA, Swamy GK, et al. Safety and immunogenicity of tetanus diphtheria and acellular pertussis (Tdap) immunization during pregnancy in mothers and infants : a randomized controlled trial. JAMA. 2014;311(17):1760-9
3.Steinhoff MC, Omer SB,  Roy E,Arifeen SE, Ranib R, Dodd C, Breiman RF, et al. Neonatal outcomes ater influenza immunization during pregnancy : a randomized controlled trial.CMAJ. 2012;184(6)
Sumber: